Aksi Aliansi Selamatkan Tanah Air

Aliansi Selamatkan Tanah Air melakukan aksi mimbar bebas sebagai bentuk kekecewaan pemerintah Indonesia terhadap masyarakat Papua pada jumat, 29 Mei 2026 di lingkaran Abepura, Kota Jayapura, Papua. Aksi tersebut diikuti oleh para mahasiswa, pemuda dan masyarakat Papua yang tergabung dalam aliansi SETARA.

Dalam aksi mimbar bebas itu, aliansi SETARA menyampaikan 21 tuntutan politik sebagai berikut: 

  1. Menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke dan seluruh tanah Papua serta mendukung perjuangan masyarakat adat mempertahankan tanah dan hutan adat. 
  2. Menutup Freeport, BP, LNG Tangguh dan perusahaan besar lainnya yang dianggap sebagai simbol eksploitasi sumber daya alam di tanah Papua.
  3. Mendesak pencabutan kebijakan Otonomi Khusus di Papua yang dinilai gagal. 
  4. Menolak program Koperasi Merah Putih yang disebut dijalankan tanpa partisipasi rakyat Papua. 
  5. Menolak pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di seluruh tanah air Papua.
  6. Menolak segala bentuk transmigrasi dari luar yang masuk di tanah Papua. 
  7. Menolak program transmigrasi yang dinilai mempercepat marginalisasi orang asli Papua. 
  8. Menarik TNI-Polri organik dan non-organik dari seluruh wilayah Papua. 
  9. Menarik militer kembali ke barak. 
  10. Menghentikan seluruh operasi militer dan pendekatan militeristik di Papua. 
  11. Menolak pembangunan Polda, Kodam baru dan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di Papua. 
  12. Menolak perluasan Dermaga Satrol TNI-AL di kawasan pelabuhan Jayapura. 
  13. Menolak pembangunan Bandara Antariksa di Pulau Biak dan pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 858. 
  14. Mendesak penghentian perang antara TNI/Polri dan TPNPB di wilayah sipil dan pengungsian warga sipil. 
  15. Menghentikan intimidasi, kriminalisasi dan represi terhadap aktivis HAM, jurnalis, mahasiswa dan aktivis politik Papua. 
  16. Menghentikan impunitas terhadap pelaku pelanggaran HAM di Papua. 
  17. Mendesak pengusutan seluruh kasus pelanggaran HAM berat di Papua secara adil dan transparan. 
  18. Mendesak perlindungan terhadap perempuan dan anak Papua, termasuk warga pengungsi akibat konflik. 
  19. Membebaskan seluruh tahanan politik Papua Barat tanpa syarat. 
  20. Mendesak dibukanya akses bagi jurnalis internasional, pegiat HAM internasional dan Dewan HAM PBB untuk melakukan investigasi independen di atas Papua.
  21. Menuntut pemberian Hak Penentuan Nasib Sendiri bagi rakyat Papua sebagai solusi demokratis untuk mengakhiri kolonialisme dan penindasan di atas tanah Papua Barat. 

Aliansi SETARA menutup pernyataannya dengan menyerukan kepada seluruh rakyat Papua, rakyat Indonesia dan komunitas internasional untuk bersama-sama melawan new kolonialisme, militerisme dan eksploitasi di Tanah Papua. 

Share this Post: