Pelatihan Perempuan Jurnalis Masyarakat Adat
Sebanyak 15 jurnalis perempuan mengikut pelatihan jurnalis masyarakat adat di Rumah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulawesi Selatan di Makassar pada 18-21 Mei 2026. Pelatihan bertajuk “Meningkatkan Keselamatan Jurnalis Perempuan Adat dalam Meliput Isu-Isu Hak Masyarakat Adat“ tersebut diselenggarakan oleh Aliansi Masyarakat Adat Kepulauan (AMAN) bekerja sama dengan Tempo Witness dengan dukungan dari Program Internasional untuk Pengembangan Komunikasi (IPDC) UNESCO.
Para peserta pelatihan berasal dari perwakilan komunitas adat dari berbagai daerah seperti Bali, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Selatan. Sedangkan pengisi pelatihan adalah jurnalis dan editor Tempo Witness.
Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Unit Komunikasi dan Informasi Kantor Regional UNESCO di Jakarta Ana Lomtadze, Ketua AMAN Sulawesi Selatan Tedri Itti, dan Direktur Infokom PB AMAN Titi Pangestu. Pelatihan selama empat hari tersebut bertujuan untuk memperkuat kapasitas para jurnalis perempuan masyarakat adat terutama tentang keamanan liputan saat meliput isu masyarakat adat.
Dalam sambutannya, Ana Lomtadze mengatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari dukungan UNESCO untuk memperkuat keselamatan jurnalis dan kebebasan pers. Keamanan jurnalis adalah faktor penting untuk memastikan kebebasan dan independensi pers.











