Pendaki Marathon Willem Tasiam Berbagi Ilmu di Kaligua Brebes

Perkenalkan: Willem Tasiam. Pria kelahiran Pontianak 63 tahun, keturunan Sulawesi, yang sekarang tinggal di Jatinegara, Jakarta, ini adalah seorang aktivis pendakian gunung maraton. Untuk memperingati HUT Republik Indonesia ke 74, Om Willem, begitu biasanya dipanggil, mendaki 74 gunung selama 74 hari. Pendakian tersebut di mulai dari Flores dan berakhir di Sumatera Utara.

Ketika ditemui sebagai tamu spesial Kemah Karang Taruna di Obyek Wisata Kaligua, Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes pada Minggu (14/11/2021), Willem menceritakan ia pertama kali mendaki gunung sekitar usia 18, pada tahun 1976. Pria yang hanya mengenyam bangku sekolah dasar ini terkenal karena saat mendaki gunung selalu berlari. Sudah tak terhitung berapa kali dan berapa gunung yang dia daki sampai saat ini. "Belum semua gunung di Indonesia bisa didaki, contohnya Aceh masih banyak gunung yang belum terjamah karena aksesnya masih di pedalaman," ujarnya.

Willem juga menyampaikan kemungkinan beberapa puluh tahun lagi saat populasi penduduk Indonesia makin banyak, maka gunung-gunung di Aceh dan Sumatera seluruhnya akan bisa di daki, karena ada kemudahan jalan menuju rute pendakian. Willem juga memberitahukan kepada peserta Kemah Karang Taruna cara menjaga kebugaran dengan rutinitas berlari setiap pagi. Saat mendaki lebih baik membawa sale pisang (pisang yang dikeringkan), coklat, kismis, anggur, dan air bening untuk memulihkan tenaga sangat cepat.

*/**

Share this Post: