Tradisi Tumpeng Sewu Suku Osing di Desa Kemiren
Suasana pelaksanaan tradisi Tumpeng Sewu di komunitas suku Osing, Desa Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur. Tumpeng sewu sebagai simbol tolak balak dan sarana menjalin silaturahmi masyarakat adat suku Osing.
Ritual tahunan tersebut diadakan setiap satu pekan menjelang Hari Raya Idul Adha. Tumpeng Sewu merupakan wujud rasa syukur masyarakat kepada tuhan. Ritual tersebut juga merupakan ajang silaturahmi warga sekaligus sebagai sarana doa tolak bala.
Pelaksanaan Tumpeng Sewu dilakukan mulai pagi hingga malam. Diawali pada pagi hari dengan kegiatan “mepe kasur” atau menjemur kasur di depan rumah masing-masing. Mepe kasur adalah simbol dari keharmonisan keluarga.
Selanjutnya, pada malam hari, setelah magrib, warga mengadakan arak-arakan obor yang diiringi Barong Kemiren. Setelah itu, masyarakat secara serentak makan tumpeng bersama di pinggir jalan dengan diawali doa yang dipimpin oleh tetua adat. Masyarakat masih melestarikan adat istiadat hingga saat ini.







