AJI dan AMAN Kalsel Gelar Sekolah Jurnalis Warga
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bersama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menggelar kegiatan pelatihan menulis berita bagi masyarakat adat melalui program Sekolah Jurnalis Warga. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Mei 2026 tersebut dilaksanakan di Balai Informasi Desa Loklahung, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.
Sekolah Jurnalis Warga yang diinisiasi AJI Kalimantan Selatan ini mengusung tema “Jurnalisme Akar Rumput” dan diikuti sejumlah perwakilan komunitas masyarakat adat dari berbagai wilayah di Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut bertujuan membekali masyarakat adat dengan kemampuan menulis berita agar mampu menyuarakan secara langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi, khususnya terkait konflik agraria, perampasan wilayah adat, serta kerusakan lingkungan yang terjadi di wilayah adat.
Pengurus Harian AMAN Kalsel, Matyus Purwanto selaku Biro Penggalangan Dana Mandiri menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini lahir dari keresahan masyarakat adat terhadap minimnya akses informasi serta maraknya narasi yang merugikan masyarakat adat di media sosial.
“Kegiatan ini lahir dari keresahan masyarakat, banyaknya informasi yang sulit didapatkan serta narasi yang merugikan masyarakat adat di media sosial,” ujarnya.
Matyus menambahkan, selama ini berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat adat sering kali tidak terdengar luas oleh publik karena keterbatasan akses publikasi dan media.
“Selama ini isu tentang konflik agraria, perampasan wilayah adat, dan kerusakan lingkungan di kampung kami sering tidak terdengar. Oleh sebab itu penting bagi masyarakat adat memiliki kemampuan menulis dan mempublikasikannya di media sosial,” tambahnya.
Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi dan advokasi masyarakat adat.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan masyarakat adat mampu menjadi penyampai informasi dari kampungnya sendiri serta memperkuat suara perjuangan masyarakat adat melalui karya-karya jurnalistik yang berpihak pada fakta, lingkungan, dan hak-hak masyarakat adat.











