Jalan Desa Huntuk Rusak Tidak Kunjung Diperbaiki

Tampak sejumlah kendaraan melintasi jalan Desa Pimpi menuju Desa Huntuk, Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Provinsi Sulawesi Utara pada Minggu, 12 April 2026. Kondisi jalan tersebut tampak rusak, becek dan berlubang.

Sejak dibangun pada 2010 silam, jalan sepanjang 6,28 kilometer tersebut rusak dan belum diperbaiki kerusakannya. Badan jalan banyak berlubang dengan lebar berkisar antara 0,3 sampai 1,8 meter serta kedalaman sekitar 5 sampai 12 cm. 

Bahkan di beberapa ruas jalan, aspal di badan jalan sudah mengelupas dan hilang sama sekali. Panjang jalan yang sudah hancur dan hilang aspalnya tersebut panjangnya sekitar ratusan meter.

Jalan ini merupakan jalur akses bagi masyarakat Desa Huntuk sekaligus akses bagi petani yang ada di Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Provinsi Sulawesi Utara. 

Menurut warga setempat, Wiryokusmo Bembu (52) mengatakan bahwa jalan ini sudah lama tidak diperbaiki. Padahal, kata dia, para petani mengandalkan jalan tersebut untuk mengirim hasil panen mereka.

Sejak rusaknya jalan tersebut para petani kesulitan mengirim padi, jagung, cabe, kelapa, pucuk palem dan kayu untuk dijual ke kota. 

Menurut dia, kerusakan badan jalan ini dikarenakan umur jalan yang sudah tua, dan saluran air yang tidak terawat. Curah hujan tinggi dan banjir menambah parah kondisi jalan tersebut. Seperti pada 4 Maret lalu saat banjir bandang menerjang Desa Huntuk. "Namun, pascabanjir tidak kunjung ada perbaikan jalan yang rusak,” ujarnya.

Lebih lanjut, kerusakan jalan Huntuk juga diperparah dengan adanya aktivitas pertambangan emas tanpa ijin (PETI) yang ada di hulu sungai hutan Huntuk. "Seringkali jalur ini dilewati oleh mobil besar bermuatan alat berat," jelasnya. 

Wiryokusmo berharap pemerintah daerah dan pemerintah provinsi segera mengambil langkah kongkrit agar perbaikan jalan dapat segera dilakukan.

Share this Post: