Masyarakat Adat Imekko Menolak Pengrusakan Lingkungan
Suasana kegiatan nonton bersama (nobar) dan diskusi masyarakat adat Imekko yang diadakan di KM 8, belakang Jalan Melati Raya, Kompleks Imekko, Sorong pada 7 April 2026.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga elemen lainnya dalam komunitas Imekko.
Nobar dan diskusi tersebut menjadi ruang bersama untuk membahas situasi yang sedang dihadapi masyarakat adat, khususnya terkait masuknya alat berat berupa ekskavator ke wilayah adat di Sorong Selatan.
Dalam diskusi disampaikan bahwa pada tanggal 31 Maret 2026, sebuah ekskavator masuk menggunakan kapal tongkang melalui Pelabuhan Jamarema, Distrik Metamani, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya.
Kehadiran alat berat tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat adat karena dikhawatirkan akan merusak ruang hidup serta membuka peluang eksploitasi sumber daya alam di wilayah adat mereka. Masyarakat adat Imekko menilai bahwa tanah dan hutan merupakan bagian penting dari kehidupan yang harus dijaga dan dilestarikan.
Oleh karena itu, setiap aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan perlu disikapi secara bersama dan bijaksana. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Forkom Imekko Bersatu Papua Barat Daya, Frengki Onim, menyampaikan ajakan kepada seluruh masyarakat dan tokoh Imekko untuk bersatu dalam menyikapi persoalan ini.
Ia menegaskan bahwa apabila masyarakat sepakat untuk menolak, maka pihaknya akan mengupayakan langkah lanjutan dengan mengumpulkan seluruh tokoh adat, tokoh masyarakat, dan unsur terkait guna menyepakati waktu dan langkah bersama.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan rencana untuk mendorong penyampaian aspirasi secara resmi kepada pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, agar memperhatikan situasi ini dan mempertimbangkan kembali izin yang berkaitan dengan aktivitas tersebut di wilayah adat masyarakat.
Kegiatan nobar dan diskusi berlangsung dengan tertib dan menjadi wadah penting bagi masyarakat adat Imekko dalam menyampaikan aspirasi, memperkuat persatuan, serta menjaga tanah dan hutan sebagai bagian dari kehidupan mereka.











