Kelompok Pemuda Menolak DOB di Salkma Raya
Pemuda dari dua distrik, yaitu Distrik Sayosa Timur dan Distrik Wemak, menyatakan menolak rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) atau kabupaten baru yang direncanakan di wilayah Salkma Raya, DOB. Pernyataan sikap tersebut disampaikan pada Rabu, 11 Maret 2026.
Dalam pernyataan sikapnya, mereka mengatakan bahwa rencana pembentukan DOB tersebut tidak memiliki perencanaan dan tujuan yang jelas. Terutama terkait rencana peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu perwakilan pemuda, Maksimus Malagifik, mengatakan bahwa pemuda di Distrik Sayosa Timur dan Distrik Wemak mempertanyakan kepentingan di balik rencana pembentukan DOB tersebut. Menurut dia, rencana pembentukan kabupaten baru di wilayah Salkma justru bisa berdampak buruk pada kehidupan masyarakat adat, terutama terhadap keberlangsungan tanah adat, hutan, dan seluruh sumber daya alam yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat.
Para pemuda penolak pembentukan DOB tersebut juga menilai bahwa kehadiran DOB bisa membuka ruang bagi eksploitasi wilayah adat yang dapat merusak lingkungan dan mengancam keberadaan masyarakat adat di sana.
Oleh karena itu, pemuda dari Distrik Sayosa Timur dan Distrik Wemak menyatakan sikap menolak secara tegas rencana pembentukan DOB baru di wilayah Salkma. Mereka juga meminta agar pemerintah menghormati hak-hak masyarakat adat serta menjaga kelestarian tanah dan hutan adat yang telah diwariskan oleh para leluhur.
Bagi para pemuda, wilayah adat bukan sekadar tempat tinggal, tetapi merupakan warisan leluhur, sumber kehidupan, serta identitas masyarakat yang harus dijaga dan dilindungi untuk generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.











