Keprihatinan Kepala Suku Kampung Mambum
Kepala Suku Kampung Mambum, Mikael Kacaburu menyatakan keprihatinan yang mendalam atas berbagai persoalan yang sedang terjadi di wilayah Pulau Kimaam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan pada Rabu, 11 Maret 2026.
Mikael Kacaburu mengatakan masyarakat adat Pulau Kimaam sedang menghadapi berbagai persoalan. Pertama adalah bencana banjir yang menyebabkan aktivitas ekonomi masyarakat terganggu. Banyak kebun masyarakat yang rusak karena terendam air. Tanaman seperti ubi, petatas, dan keladi rusak dan membusuk karena lama terendam banjir. Persediaan pangan masyarakat menjadi berkurang.
Selain itu, sumber pangan utama masyarakat yaitu sagu juga semakin sulit didapatkan karena banyak wilayah sagu yang terbakar. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat yang terdampak banjir hanya mengandalkan ikan sebagai makanan sehari-hari tanpa nasi maupun sagu.
Sejumlah kampung yang terdampak banjir antara lain Kampung Konorawu, Wan, Kladara, Sabon, Tor, Kawe, dan Wangambi yang terletak di distrik Wan, Kontura, dan Tabonji.
Persoalan kedua, kata Mikael Kacaburu, saat ini bermunculan persoalan sosial di masyarakat seperti konflik horizontal masyarakat adat. Kondisi tersebut menjadi tantangan para pemimpin adat untuk menjaga persatuan masyarakat adat.
Karena hal tersebut, masyarakat adat di Pulau Kimaam menggelar ritual adat doa untuk memohon pertolongan dan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa serta memohon kebijaksanaan para leluhur. “Agar tanah, laut, dan kehidupan masyarakat Pulau Kimaam dapat dipulihkan kembali,” kata Mikael Kacaburu.
Selain itu, Mikael mengatakan pihaknya juga berharap bantuan pemerintah daerah Kabupaten Merauke untuk menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. “Semoga melalui doa, kebersamaan, dan kerja sama semua pihak, Pulau Kimaam dapat kembali aman, damai, dan masyarakatnya dapat hidup sejahtera,” ujarnya.











