Dialog Publik Bacarita Ekologi di Desa Podol

Suasana dialog publik bertajuk "Bacarita Ekologi" di Desa Podol, Ibu Utara, Halmahera Barat, Maluku Utara pada Minggu, 8 Maret 2026.

Dialog tersebut membahasa persoalan ekologi di Maluku Utara yang kian membesar, salah satunya dipengaruhi oleh penebangan hutan dalam skala yang besar dan selalu yang menjadi korban adalah masyarakat adat. 

Ada tiga pembicara dalam dialog tersebut. Pertama adalah Adrian Putjutju yang mewakili Pengurus Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Maluku Utara atau AMAN Malut. Adrian menyampaikan materi tentang "Ancaman Pertambangan terhadap Klaim Wilayah Adat di Maluku Utara”.

Pemateri kedua adalah Frank Malang dengan subtema "Peran Gereja dalam Melihat Krisis Ekologi di Maluku Utara." 

Sedangkan pemateri ketiga adalah Hesto Taeese yang merupakan tokoh pemuda Desa Podol. Dia membahas seputar "Krisis Ekologi dalam Perspektif Pertanian." 

Acara dialog publik diadakan oleh Frank Malang sekaligus sebagai acara perayaan wisuda dia sebagai sarjana theologi.  Menurut Frank Malang, tujuan pembuatan dialog ini adalah membangun kesadaran masyarakat terkait dengan pentingnya menjaga wilayah adat, memahami dampak pertambangan termasuk dalam sektor pertanian. 

Dialog berlangsung seru, karena masyarakat sangat antusias dan banyak yang hadir. Menurut masyarakat setempat, agenda ini sangat penting karena bisa membuka pemahaman masyarakat tentang kerusakan ekologi dan dampak bagi masyarakat secara umum terlebih khususnya mereka sebagai masyarakat adat.

Share this Post: