Pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat AMAN Sulawesi Utara

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bersama Tempo Witness menggelar pelatihan jurnalis masyarakat adat bertema " Menguasai Narasi, Merebut Gelombang" pada Rabu hingga Jumat, 11–13 Februari 2026. Acara tersebut diadakan di Rumah AMAN Sulawesi Utara.

Kegiatan ini diikuti 15 aktivis masyarakat adat yang merupakan perwakilan komunitas anggota AMAN Manado Sulawesi Utara. Pelatihan tersebut menghadirkan jurnalis Tempo Witness, Harry Surjadi dan Agung Sedayu, sebagai pengisi materi. 

Acara dibuka oleh Ketua AMAN Sulawesi Utara Kharisma David Kurma bersama Ketua Asosiasi Jurnalis Masyarakat Adat Nusantara Apriadi Gunawan. Mereka menekankan pentingnya penguatan kapasitas komunikasi komunitas adat di tengah berbagai persoalan agraria dan lingkungan. 

Menurut panitia, pelatihan ini dirancang untuk membekali masyarakat adat dengan kemampuan dasar jurnalistik agar mampu melaporkan peristiwa dan persoalan yang mereka hadapi secara sistematis dan sesuai kaidah berita. Selama tiga hari, peserta mendapat materi teori, diskusi, hingga praktik penulisan laporan lapangan. 

Jurnalis masyarakat adat memiliki peran strategis dalam mengawal komitmen pemerintah, terutama terkait pengakuan dan perlindungan hutan adat. Melalui media, suara komunitas adat diharapkan dapat menjangkau publik lebih luas dan mempengaruhi kebijakan. 

Dalam sesi praktik, peserta diminta menyusun laporan berbasis prinsip 5W+1H (what, when, where, who, why, dan how) yang merupakan dasar dari kelengkapan berita. Peserta juga dilatih untuk melakukan observasi langsung. Hasil tulisan kemudian dievaluasi bersama pemateri untuk memastikan akurasi, kelengkapan data, dan keberimbangan informasi. Setelah pelatihan, para peserta mengirimkan laporan mereka melalui aplikasi Tempo Witness sebagai kanal publikasi. 

Share this Post: