Masyarakat Adat Merauke dan Tanaman Wati
Mikael Kacaburu, salah satu warga Tanjung Ular I, Kampung Purawanderu, Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan tampak sedang merawat kebun tanaman wati pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Tanaman wati adalah tanaman sakral bagi masyarakat adat di Kimaam. Tanaman ini sering disebut sebagai kepala manusia dan digunakan sebagai minuman khas adat. Wati selalu dipakai dalam berbagai upacara adat, baik dalam pesta adat maupun saat ada orang meninggal dunia, khususnya pada acara Yawema.
Bagai masyarakat adat setempat, semua upacara adat wajib dilengkapi dengan wati. Tanpa wati, kegiatan adat tersebut tidak dapat dijalankan. Oleh karena itu, tanaman wati memiliki makna yang sangat penting dan menjadi syarat utama dalam pelaksanaan seluruh rangkaian adat istiadat masyarakat setempat.











