Aksi Marga Kwipalo Melawan Penyerobotan Tanah Adat

Blandin Kakayo Jagebob dari Marga Kwipalo, Suku Yei, bersama sejumlah warga memasang papan bertuliskan penolakan terhadap kehadiran PT Murni Nusantara Mandiri. Aksi tersebut dilakukan di wilayah adat Marga Kwipalo di Merauke, Papua Selatan pada 2 Februari 2026. 

Papan putih yang mereka pasang bertuliskan “Tanah Adat Milik Marga Kwipalo, Tolak PT Murni Nusantara Mandiri, Tolak PSN Merauke”. Selain itu mereka juga membentangkan kertas bertuliskan seruan serupa. Antara lain ““Stop Perampasan Tanah Papua”, “Selamatkan Rahim Perempuan dari Ancaman Kerusakan”, “Selamatkan Kami”, “Perempuan Tolak PSN Merauke”, dan “Save Papua”.

Aksi tersebut dimotori oleh para perempuan Suku Yei yang peduli menolak kerusakan lingkungan. Koordinator aksi adalah Mama Alowesia Kurkujei yang sekaligus merupakan istri dari pimpinan Marga Kwipalo, Vincet Kwipalo. 

Aksi tersebut dilakukan karena wilayah adat Marga Kwipalo diduga diserobot oleh PT Murni Nusantara Mandiri dan kemudian diberikan kepada Satuan Batalyon Teritorial Pembangunan Kodam XXIV/MT, Yonif TP 817/AOBA. 

Pimpinan Marga Kwipalo, Vincet Kwipalo, meminta pemerintah, TNI, dan pihak perusahaan agar mengembalikan tanah adat Marga Kwipalo secara utuh.

Share this Post: