Pelatihan Jurnalis Rakyat AMAN Maluku Utara

Randy Bira, 30 tahun, aktivis masyarakat adat dari Suku Tobaru, Halmahera Barat, Maluku Utara tampak sedang berdiri di ruangan pelatihan jurnalis masyarakat adat yang diadakan oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusatara (AMAN) dan Tempo Witness di Cafe Wisata Hutan Mangrove Guraping, Kecamatan Oba Utara, Kepulauan Tidore, Maluku Utara pada 3 Desember 2025.

Randy adalah salah satu dari peserta pelatihan yang bertema "Kabar dari Masyarakat Adat kepada Dunia" tersebut. Pelatihan yang diadakan selama tiga hari, 1-3 Desember 2025 itu diikuti oleh 12 peserta. Para peserta berasal dari perwakilan pengurus AMAN Maluku Utara dan komunitas yang tergabung di dalamnya.

Pelatihan jurnalis ini diadakan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menulis berita secara benar, penuh keberanian, kreatif serta mampu mengembangkan kemampuan kritis mereka dalam menganalisis persoalan yang terjadi di lapangan. Materi pelatihan disampaikan oleh Harry Surjadi dan Agung Sedayu dari Tempo Witness

Randy mengatakan bahwa pelatihan ini sulit. Meskipun begitu, lanjut Randy, pelatihan ini memberikan pengalaman berkesan dan memperluas pemahaman mengenai cara berpikir sebagai seorang jurnalis rakyat. Ia merasa termotivasi untuk berani menulis berita yang kritis. "Saya merasa sangat beruntung diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan pelatihan ini," kata Randy.

Pelatihan jurnalistik ini juga menekankan pentingnya etika jurnalistik, seperti tidak menfitnah, tidak menyebarkan informasi yang tidak benar, dan menjaga kerahasiaan sumber. Dengan pelatihan jurnalis ini, diharapkan peserta dapat menjadi jurnalis rakyat yang berani, kreatif, kritis, dan bertanggung jawab, serta dapat menyajikan informasi yang akurat dan objektif kepada masyarakat.

Share this Post: