Made Astiyaya, Petani Garam di Desa Les, Berhenti Produksi Garam
Petani garam Made Astiyaya dan isterinya (Made Erawati) dari Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, berhenti memproduksi garam sejak 9 Oktober 2025. Menurut keterangan Made Astiyaya, siklus produksi garam mulai dari bulan Juni sampai Oktober atau bulan Mei sampai November, 13 November 2025.
"Pergantian cuaca dari musim kemarau ke musim hujan membuat petani garam berhenti memproduksi garam selama 8 bulan," kata Made Astiyaya, saat ditemui di tambak garamnya.
Made Astiyaya bisa menghasilkan garam setiap 3 hari sekali sekitar 70 kg. Made menjual garamnya ke Bumdes Giri Lestari seharga Rp 13.000 per kilogram.
Menurut Made Astiyaya ada 3 jenis petani garam yaitu:
- Petani yang memiliki lahan tambah sendiri.
- Petani penggarap yang membagi hasil dengan pemilik lahan.
- Petani musiman yang mengontrak lahan Rp 2 juta per musim
Setiap petani menggarap lahan seluas 200 meter persegi yang dibagi menjadi 4 bagian sama besar.











