UNSRI Dampingi Petani Sungai Rebo Bikin Korporasi Petani

Tim dosen dan mahasiswa Universitas Sriwijaya (UNSRI) melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat di Kantor Desa Sungai Rebo, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, pada 27 Oktober 2025. Kegiatan berfokus pada pendampingan kelompok tani dalam membentuk korporasi petani sebagai upaya mewujudkan usaha pertanian yang berorientasi agribisnis dan berkelanjutan.

Kegiatan Pengabdian ini diketuai oleh Dr. Riswani, S.P., M.Si., dengan anggota tim dosen yakni Prof. Dr. Andy Mulyana, M.Sc., Dr. Ir. Lifianthi, M.Si., dan Dr. Yunita, S.P., M.Si. Pelaksanaan kegiatan pengabdian melibatkan sejumlah mahasiswa Program Studi Agribisnis yang berperan aktif dalam proses pelatihan dan pendampingan kepada petani untuk memastikan program ini memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat Desa Sungai Rebo.

Dalam sambutannya, Dr. Riswani, S.P., M.Si. menyampaikan kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kelembagaan petani agar mampu bertransformasi menuju sistem usaha yang lebih modern. “Pendampingan ini menjadi langkah nyata Universitas Sriwijaya dalam membantu petani mengelola usahanya secara kolektif, berorientasi bisnis, dan memiliki daya saing tinggi melalui pembentukan korporasi petani”.

Dr. Yunita, S.P., M.Si. menambahkan bahwa konsep korporasi petani menjadi kunci dalam menciptakan pertanian yang berkelanjutan. “Korporasi memungkinkan petani memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam rantai nilai pertanian, mulai dari produksi sampai pemasaran hasil sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani,”.

Kegiatan pengabdian ini berlangsung secara bertahap dan pertemuan bersama masyarakat berlangsung pada tanggal 27 Oktober 2025. Kegiatan ini diisi dengan penyuluhan, pelatihan, dan diskusi interaktif mengenai kelembagaan petani, manajemen usaha kolektif, serta strategi pengembangan bisnis pertanian.

Para peserta juga diajak menyusun rencana bisnis korporasi petani berbasis komoditas unggulan lokal seperti padi, hortikultura dan perikanan, melakukan diskusi dan tanya jawab untuk mengetahui kendala apa yang dihadapi kelompok tani dalam membentuk korporasi petani.

Kelompok tani menyambut baik kehadiran tim UNSRI. Salah satu peserta, Abdul Patih selaku Ketua Kelompok Bina Tani Berkah, mengatakan, “Kami sangat berterima kasih kepada UNSRI. Melalui kegiatan ini kami jadi paham bahwa kelompok tani bisa berkembang lebih besar, bukan hanya sebagai tempat berkumpul, tapi bisa menjadi lembaga bisnis yang menguntungkan,” ujarnya.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi transformasi kelembagaan petani di Desa Sungai Rebo menuju korporasi agribisnis yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan pengabdian ini, Universitas Sriwijaya terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis masyarakat dalam pembangunan ekonomi berbasis pertanian modern. 

Share this Post: