Unjuk Rasa di Palembang Menolak Kenaikan Gaji dan Tunjangan DPR

Sekitar tiga ribu mahasiswa dan masyarakat sipil dari berbagai aliansi gerakan rakyat di Sumatera Selatan menggelar unjuk rasa di depan kantor DPRD Sumsel, Palembang, pada Senin (1/9). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR yang dinilai tidak berpihak pada kondisi rakyat.

Massa aksi datang dengan membawa spanduk, poster, serta membentangkan bendera organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil. Mereka menilai kenaikan gaji dan tunjangan DPR justru memperlebar jurang ketidakadilan di tengah kondisi rakyat yang masih berjuang menghadapi tingginya harga kebutuhan pokok, sulitnya lapangan kerja, serta krisis lingkungan yang belum teratasi. Asmaran Dani, salah satu demonstran dari DPW Sarekat Hijau Indonesia (SHI) Sumsel, menyatakan keputusan untuk menaikkan gaji dan tunjangan DPR adalah tamparan keras bagi nurani rakyat. "Hari ini kita turun bukan karena benci, tetapi karena cinta—cinta pada negeri, cinta pada rakyat kecil yang masih berjuang dengan keringatnya. DPR seharusnya menjadi corong suara rakyat, bukan corong kepentingan elit," ujarnya.

Dia mengatakan, SHI Sumatera Selatan hadir dalam kegiatan ini karena percaya perjuangan ekologi tidak bisa dipisahkan dari perjuangan ekonomi rakyat. "Bagaimana mungkin hutan dirusak, tanah rakyat digusur, laut tercemar, sementara wakil rakyat sibuk mempertebal isi dompet mereka? Rakyat menjerit karena harga beras naik, lapangan kerja sulit, dan lingkungan rusak, tetapi DPR justru sibuk mengatur kenaikan gaji."

Share this Post: