Diskusi Masyarakat Sipil di Land Mark Unsri
Diskusi dan interaksi masyarakat sipil digelar di Land Mark Universitas Sriwijaya, dengan tema Delapan Puluh Tahun Dijajah Negara Sendiri pada Jum'at 22 Agustus 2025. Diskusi ini diinisiasi oleh BEM FE Unsri, KM FISIP berkolaborasi dengan Resisten (Penggiat Literasi dan Lapak Baca Buku).
Kegiatan dihadiri 30 peserta yang berasal dari berbagai komunitas masyarakat sipil dan mahasiswa UNSRI, seperti Sarekat Hijau Indonesia Sumsel, Resisten, Spora Institute. Diskusi dimoderatori oleh Farina Kemala dari BEM KM FE Unsri dan pemateri Asmaran Dani, Sekretaris Wilayah DPW Sarekat Hijau Indonesia Sumsel.
Asmaran Dani menyampaikan rakyat selama delapan puluh tahun dijajah negara sendiri. Kemerdekaan hanya simbolik kepentingan para pejabat yang mengambil keuntungan atas penderitaan rakyat.
"Oleh karena itu kita sebagai rakyat yang hari ini mereprensetasikan suara rakyat yang terjajah harus terus melakukan perlawanan, baik dalam bentuk diskusi maupun aksi yg mampu meretas kebijakan yg tidak memihak kepada rakyat indonesia," ujarnya. "Kemerdekaan itu ialah yang menurut Bung Karno dan Hatta terdapat dalam sila ke 5 Pancasila, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia."

